Senin, 18 Maret 2013

Peranan Majalah Dinding di Sekolah (Eksposisi)


Peranan Majalah Dinding di Sekolah
Majalah dinding merupakan salah satu media informasi kreatif yang ada di lingkungan sekolah. Majalah dinding merupakan program OSIS yang sangat diminati oleh para siswa. Majalah dinding atau yang sering disebut Mading ini biasanya memuat informasi-informasi yang tentunya sangat bermanfaat untuk para siswa dan warga sekolah lainnya. Biasanya setiap satu bulan sekali mading akan berganti tema. Tema-tema yang diambil sering kali sesuai dengan moment-moment penting misalnya saja HUT RI, HUT sekolah, dan lain sebagainya. Selain  disajikan dengan unik dan menarik, gaya bahasa dalam majalah dinding biasanya menggunakan gaya bahasa remaja, hal inilah yang menjadikan para siswa dan siswi gemar membacanya.
Mading ini tentunya akan bermanfaat sebagai wadah pengembangan kreativitas siswa-siswi. Karena dalam hal ini siswa-siswi dituntut untuk menggunakan kreativitas mereka agar bisa membuat dan menghasilkan majalah dinding yang menarik untuk para pembacanya. Selain itu, bagi siswa-siswi yang merasa mempunyai suatu karya yang bagus ataupun yang dianggap pantas, karya-karya tersebut misalnya puisi, cerpen, cerita lucu, wacana harian atau apapun itu, mereka bisa menggunakan majalah dinding sebagai pameran sederhana. Bagi mereka para pembaca, dengan membaca ataupun sekedar melihat-lihat karya-karya yang ada tentunya akan menambah informasi yang mereka miliki.
Selain digunakan sebagai media Informasi, majalh dinding juga bisa bermanfaat sebagai ajang kompetensi intelektual. Mengapa hal ini bisa terjadi ? ya tentu saja bisa, karena apabila kita telusuri lebih lanjut majalah dinding bisa mengasah daya kreativitas siswa-siswi baik intra sekolah maupun antar sekolah. Intra sekolah misalnya saja seperti dalam proses pembuatan majalah dinding, siswa-siswi akan mencetuskan ide kreatif mereka. Secara sekilas mungkin belum terlihat nilai-nilai kompetisi, namun sebenarnya sampai tahap ini kompetisi sudah sedikit ada. Karena dalam majalah dinding hanya akan menerbitkan karya-karya terbaik dari hasil pengembangan siswa-siswi. Kemudian contoh untuk kompetisi majalah dinding antar sekolah adalah dengan mengadakan beberapa kegiatan yang dapat dijadikan sebagai media kompetisi intelektual.
Dengan program-program kreatif OSIS siswa-siwi mampu mengmbangkan kreativitas mereka, kemudian dapat dijadikan ajang kompetisi intelektual. Nah, nyatanya program-program tersebut dapat dijadikan sebagai sarana berlatih menulis, menciptakan karya-karya yang indah dan inspiratif.
Dalam beberapa jenis karir membutuhkan kecakapan yang tinggi dalam urusan tulis-menulis ini, misalnya saja wartawan, kolumnis, penulis, atau redaktur media massa. Dalam menghasilkan karya-karya yang bagus mereka berlatih menulis dalam waktu yang lama. Majalah dinding dapat dijadikan sebagai ajang berlatih untuk mereka yang berbakat dan tertarik dalam bidang tulis-menulis ataupun karang-mengarang tersebut. Latihan-latihan tersebut dapat menjadikan majalah dinding sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar